Kata pun memetik malam yang tumbuh. Seribu getar n…

Kata pun memetik malam yang tumbuh.
Seribu getar nengayun pohon waktu.
Bunga kenangan pun luruh.
Barangkali sehelai rambut yang pernah kusimpan, masih berkisah tentang rindu.
Begitulah debar.
Tidur berdua.
Membaca bulan.
Suaramu mendendangkan bintang.
Barangkali hasrat tak pernah lewat.
Dan engkau memeluk erat gairahku.
Sepi pun terbuka.
Langkah terbagi ke dalam jiwa.
Malam ini aku bosan dengan segala impian.
Hanya desah nafas keliaran, hasrat dan cinta kita yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: